MASIGNCLEAN103

SISTEM BAHAN BAKAR KONVENSIONAL BAGIAN I

A. Komponen Utama Sistem Bahan Bakar 

Sistem bahan bakar konvensional merupakan sistem bahan bakar yang mengunakan karburator untuk melakukan proses pencampuran bahan bakar dengan udara sebelum disalurkan ke ruang bakar. Sebagian besar sepeda motor saat ini masih menggunakan sistem bahan bakar konvensional. Komponen utama sistem bahan bakar konvensional adalah : 1) Tangki bahan bakar; 2) pipa/hose penyalur bahan bakar; 3) saringan/filter bahan bakar; 4) karburator; dan 5) intake manifold. Sepeda motor yang menggunakan sistem bahan bakar konvensional umumnya tidak dilengkapi dengan pompa bahan bakar karena sistem penyalurannya tidak menggunakan tekanan tapi dengan penyaluran sendiri berdasarkan berat gravitasi. 

1. Tangki Bahan Bakar

Tangki merupakan tempat persediaan bahan bakar. Posisi tangki bahan bakar pada sepeda motor biasanya berada di atas letak motor/engine-nya. Hal ini dimaksudkan guna memudahkan penyaluran bahan bakar berdasarkan prinsip gravitasi. Kapasitas tangki dibuat bermacam-macam tergantung dari besar kecilnya engine. Bahan tangki umumnya dibuat dari plat baja yang bagian dalamnya dilapisi logam yang tidak mudah berkarat. Namun demikian terdapat juga tangki bahan bakar yang terbuat dari aluminium. Tangki bahan bakar dilengkapi dengan pelampung dan sebuah tahanan geser untuk keperluan alat pengukur jumlah bahan bakar yang terdapat di dalam tangki.


Struktur tangki terdiri dari : 
a. Tutup tangki: berfungsi sebagai lubang masuknya bahan bakar, pelindung debu dan air, lubang pernafasan udara, dan menjaga agar bahan bakar tidak tumpah ketika sepeda motor terbalik. 
b. Filler tube: berfungsi menjaga melimpahnya bahan bakar pada saat ada goncangan (jika kondisi panas, bahan bakar akan memuai). 
c. Fuel cock (kran bahan bakar): 
berfungsi untuk membuka dan menutup aliran bahan bakar dari tangki dan sebagai penyaring kotoran/partikel debu. Terdapat dua tipe kran bahan bakar, yaitu tipe standar dan tipe vakum. Tipe standar adalah kran bahan bakar yang pengoperasiannya dialakukan secara manual. 
d. Damper locating (peredam): berupa karet yang berfungsi untuk meredam posisi tangki saat sepeda engine berjalan. 


Ada tiga posisi kran pada tangki bahan bakar, yaitu: OFF, RES, dan ON. Jika kran diputar ke posisi "OFF" akan menutup aliran bahan bakar dari tangki dan posisi ini biasanya digunakan untuk pemberhentian yang lama. Jika kran pada posisi "RES" digunakan untuk pengendaraan pada tangki cadangan dan kran pada posisi "ON" untuk membuka aliran bahan bakar pada pengendaraan yang normal. Kran bahan bakar tipe vakum adalah kran tipe otomatis dengan dilengkapi komponen diafragma, yang akan terbuka jika engine hidup dan tertutup ketika engine mati. Pada saat engine hidup, diafragma menerima hisapan dan membuka jalur bahan bakar, dan pada saat engine mati akan menutup jalur bahan bakar (OFF).

Terdapat 4 jalur dalam kran bahan bakar tipe vakum, yaitu OFF, ON, RES dan PRI. Fungsi OFF, ON dan RES sama seperti pada kran standar. Sedangkan fungsi PRI adalah akan mengalirkan langsung bahan bakar ke filter cup (wadah saringan) tanpa ke diafragma dulu. Jika telah mengisi tangki bahan bakar yang kosong, usahakan memutar kran bahan bakar ke posisi ON.


2. Saringan udara (air filter) 

Saringan udara berfungsi untuk memisahkan kotoran sehingga udara yang masuk kekarburator dan ruang bakar benar-benar bersih. Jika saringan udara kotor dapat menyebabkan: a. Saluran saluran yang ada dalam karburator tersumbat. b. Piston dan silinder akan lebih cepat aus. Jenis saringan udara ada 2 jenis, yaitu jenis kertas dan jenis busa/ urethane.


3. Karburator 

Karburator berfungsi untuk merubah bahan bakar cair menjadi gas/ kabut. Karburator juga harus dapat menyediakan campuran udara dan bahan bakar yang tepat pada segala kondisi kerja engine. Untuk dapat memahami prinsip kerja dari karburator ada 3 hal yang harus dipahami terlebih dahulu, antara lain : 
a.  Tekanan atmosfir yaitu tekanan udara yang berada di sekitar kita. Semua molekul udara menekan ke bawah sebagai efek gravitasi. Sebagai patokan, tekanan udara pada permukaan air laut berkisar 101,3 KPa. Tekanan ini kenyataannya bervariasi pada kondisi ketinggian yang berbeda, jika permukaan meningkat tekanan atmosfer menurun. 
b. Kevakuman yaitu keadaan dimana tekanan di dalam ruang tertutup lebih rendah/hampa dibandingkan dengan tekanan sekitarnya. Contohnya tekanan dalam silinder/ruang bakar pada saat piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) ke Titik Mati Bawah (TMB) pada langkah hisap.


c.  Prinsip kerja venturi yaitu penyempitan ruangan sehingga udara menurun, sebaliknya kecepatan naik. Sebuah peningkatan kecepatan udara melalui venturi, kevakuman akan meningkat pangkat dua dengan meningkatnya kecepatan udara, sebagai contoh, jika kecepatan udara meningkat ganda nilai kevakuman akan meningkat empat kali, dan jika kecepatan udara meningkat tiga kali nilai kevakuman meningkat sembilan kali.


Share This :
Yadi Hadni